Arogansi, Petugas SPBU Batuan Sumenep,Dipolisikan Wartawan

SUMENEP  kwknews.co.id – Seorang Pria bernama Nahriyadi yang berprofesi sebagai wartawan Media CNN pada Sabtu (05/02/2022) sekira pukul 15.00 telah melaporkan salah satu Petugas SPBU Batuan atas nama Khairul warga Pamekasan ke Polres Sumenep.

Laporan ini berawal, saat hari kamis (27/01/2022) Nahriyadi sedang mengisi BBM di SPBU Batuan. Pelapor melihat salah satu petugas SPBU melakukan pengisian ke jerigen – jerigen besar yang berada didalam mobil, melihat kejadian tersebut saudara Nahriyadi langsung mengambil ponsel untuk memotret. Merasa tidak terima, Datang salah satu Petugas SPBU bernama Ubay membentak pelapor.

“ Matamu tidak melihat ya, inikan jelas dilarang memotret kalau tidak ada izin dari saya, padahal wartawan yang lain tidak seperti kamu ” Ucap Ubay salah satu Petugas SPBU dalam Bahasa Madura.

Kemudian datang petugas SPBU lain bernama Khairul yang mana adalah terlapor, Ia berkata “Lsm tae” yang artinya Lsm tai. Setelah itu, Khairul langsung pergi kedalam kantornya untuk mengambil hp, sehingga membuat pelapor ikut menyusul keduanya.

Pada saat Nahriyadi sampai di parkiran SPBU, terlapor membawa ponsel sambil mengarahkannya ke Nahriyadi untuk mengambil video dan berkata “ Media ini media pemerasan, Media pemerasan”.

Akibat perkataan tersebut Nahriyadi merasa malu dan tersinggung, Sebab ia tidak pernah melakukan pemerasan kepada siapapun di SPBU Batuan .

Atas dasar perkataan dari salah satu petugas SPBU tersebut, rekan – rekan wartawan yang senasib dan seperjuangan merasa dihina dan dicemarkan profesinya, sehingga merasa perlu mengambil sikap.

Guna meminta klarifikasi dan permohonan maaf atas perlakuan salah satu petugas SPBU terhadap Nahriyadi , 20 ( Dua Puluh) wartawan dari 17 ( Tujuh Belas ) media datang ke SPBU.

Namun, upaya mediasi kepada pihak manajemen SPBU Batuan tidak berjalan sesuai harapan. Demi menjaga Marwah Wartawan, Nahriyadi didampingi oleh Hendra, Kepala Perwakilan Wilayah Madura Media CNN bersama rekan – rekan dari 17 Media memutuskan untuk melaporkan hal tersebut ke Aparat Kepolisian.

Kemungkinan Kejadian ini masuk dalam Tindak Pidana Pencemaran nama baik yang dimaksud dalam pasal Perkara 310 ayat 1 KUH Pidana. (Desta)

Penulis: DistaEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *