A. Rasyid Pemerhati Kebijakan Publik : Masuk Kategori Contempt of court, Jika Upaya Hukum Dilawan Unras

SUMENEP, kwknews.id – Beredar Surat pemberitahuan tentang adanya Unras, menuntut Oknum Jaksa Disanksi. Aksi ini menjadi perbincangan di media sosial ( grup whatshapp ), Ada yang pro ada yang kontra.

Yang kontra unras, menyebut unras adalah tendensius karena mengarah pada jaksa tertentu, jika untuk mengkritisi dan perbaikan institusi Kejaksaan mestinya secara umum, Apalagi ada indikasi UNRAS digelar karena upaya hukum jaksa terhadap kasus yang ditanganinya.

BACA JUGA :Ketua LPMA BANHUM Merdeka memuji Kinerja Kejaksaan Negeri Sumenep Dalam Eksekusi Putusan MA atas MR.

A. Rasyid, Pemerhati kebijakan Publik, sungguh tidak masuk akal jika Unras digelar karena jaksa mengajukan upaya hukum banding. Ini sudah jelas menekan – nekan penegak hukum, apalagi jika Unras diinisiasi oleh penegak hukum advokat yang menangani suatu kasus yang kecewa.

Jika dugaan benar, UNRAS atas inisiasi advokat yang menangani kasus dan karena upaya hukum jaksa , maka advokat dan lembaganya tersebut telah dapat dikategorikan merendahkan penegak hukum ( Contempt of court ).

Jika telah terpenuhi pada kategori Contempt of court, maka saya berencana melaporkan advokat tersebbut kepada asosiasi advokat mereka, karena telah diduga melanggar kode etik advokat.

Ditanya apa kerugian saudara, secara pribadi tidak rugi, tapi kerugian moral masyarakat, moral masyarakat telah dicemarkan oleh penegak hukum advokat yang tidak profesional dalam beracara di Pengadilan, harusnya gunakan haknya dengan mengajukan risalah – tisalah memori banding, bukan malah mengajukan UNRAS. Ini jelas melecehkan moral masyarakat sumenep dan indonesia pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *