Arogansi Anggota Kepolisian Kembali Terjadi, Dilakukan Oleh Anggota Polsek Kangean

SUMENEP,kwknews.co.id – Pasal 30 (4)UUD 1945 menyatakan, Polri sebagai alat negara yang menjaga kamtibmas bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

Dalam melaksanakan tugas polisi harus menggunakan tahapan kekuatan, gerakan secara tegas namun terukur sesuai dengan tahapan, kapan harus tampil secara humanis untuk membantu menyelesaikan masalah di tengah-tengah masyarakat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri harus berperan menjadi “problem solver” atau pemecah masalah di tengah situasi kamtibmas ini. “Terkait dengan perkembangan eskalasi tentunya yang berdampak pada meningkatnya situasi kamtibmas. Jadi, tetap tujuan utamanya bagaimana menyelesaikan masalah sebelum jadi besar, dan Polri menjadi¬†problem solver¬†yang kemudian mengkomunikasikan dengan pihak terkait sehingga masalah bisa selesai,” kata Kapolri saat memantau vaksinasi booster serentak di Kuta Bali, dilansir Antara, Rabu, 16 Februari 2022.

Namun pernyataan Kapolri ini kadang tidak selalu diikuti oleh anak buahnya di bawah (lapangan) terbukti ada anggota kepolisian disanksi, baik ringan, sedang bahkan hingga terberat.

Adalah I (inisial) oknum anggota Polsek Kangean, diduga melakukan tindakan arogan dan kasar saat melayani masyarakat dengan cara telah membentak-bentak saat seorang Relawan Masyarakat Kangean (RMK) yang datang ke polsek untuk koordinasi dan meminta pengawalan jenazah Kades Sumber Nangka pada hari, Minggu, tanggal 13 Maret 2022 pukul 18.30 WIB.

“Relawan waktu itu di telpon pak Winarto( win) anggota polsek, memberitahukan kalau mau ikut mengawal kedatangan jenazah Kades Sumber Nangka. Begitu perahu hampir nyampek tinggal 1 jam, sekira jam 6 malam (lepas Isya) saya telpon pak Win tapi belum direspon. Akhirnya saya memutuskan datang ke polsek bersama bendahara RMK (Ochang), di ruang jaga tidak ada anggota yang jaga, akhirnya saya ke belakang, tapi juga sepi. Tapi begitu keluar lagi saya kaget, anggota polsek marah-marah, hingga menyebut saya tidak tahu aturan dan banyaklah kata-kata umpatan. Anggota tersebut hingga marah mengikuti saya ke pintu depan” pungkasnya.

Saya merasa kaget dengan sikap oknum polisi yang demikian membentak-bentak dengan nada kasar dan tinggi dengan tidak sopan dan tidak beretika. Karena setahu saya tugas polisi adalah melayani dan mengayomi masyarakat dengan baik, bukan malah bersikap kasar,” imbuhnya.

Sangat disayangkan kejadian tersebut, disaat Kapolri tengah sibuk membangun kembali citra kepolisian yang belakangan mulai menurun, justru terkadang dirusak oleh jajarannya.

Sementara itu, Ismail anggota polsek dihubungi media ini, menyatakan tidak demikian :

kejadiaannnya wktu kdes sumber nangka meningggal…sy hbs berjama’a mgrbib…balik kekantor pass bede oreng kaduwe…bede tempat BB blkg/asrama.eteggur Mon sgkok ..ada ap kok ada disini pak sampean ijin sama siapa…pas nyaot. Sy g mgkin mencuri ckna…disini ada tahanan ada BB ..kalau mau msk ijin duluu ckna sgkok..bede Anwar Jia sgkok sengocak...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *