JASMERAH: Kado PAI Untuk Para Stakeholder Negeri


SUMENEP, kwknews.co.id-Ditengah viralnya media massa yang membahas tentang rencana kenaikan honor penyuluh agama tahun 2022 dan rencana rekrutmen P3K, ternyata masih ada sebagian orang yang melihat peran aktif penyuluh dengan sebelah mata.

Bapak Amirullah, M, Ag, yang membidangi subdit penyuluh agama islam menyampaikan “hingga saat ini belum ada tanggapan mengenai rencana kenaikan honor dan rekrutmen P3K penyuluh”, sebagaimana dilansir dari chanel youtobe dialog vertual Obsesi 87 (obrolan seputar Penyuluh Agama Islam). Supaya progres penyuluh mencapai target dan lebih prospek ujar beliau “kita perlu terus melibatkan diri mengedukasi masyarakat melalui media sosial, melakukan inovasi lebih maksimal lagi dalam tugas dan fungsinya menyampaikan pesan-pesan negara”.

Semampang yang kita tahu selama dua priode menjadi penyuluh, ujung tombak Kementerian Agama, kami terus pro aktif mengedukasi masyarakat baik melalui kanal media sosial maupun offline terjun langsung di tengah-tengah masyarakat.

Jika sebagian orang melihat peran kita sebelah mata, maka hari ini kami jawab bahwa keempat fungsi penyuluh; konsultatif, edukatif, informatif, dan advokatif terlebih menyampaikan pesan-pesan negara dalam bahasa agama, hemat kami, meskipun kami tidak menjadi penyuluh di Kementerian Agama khususnya Kab. Sumenep, tugas dan pekerjaan mulia ini sudah, sedang dan terus kami lakukan secara intens karena mayoritas penyuluh adalah alumni pesantren yang berhaluan aswaja, menjadi pengurus NU ditatanan grassroot, sekaligus sebagai kiyai kampung (kiyaji) yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Masing-masing kami memiliki target dan capaian yang sama dengan tupoksi penyuluh agama. edukasi, ta’lim, dan takdib pasti kita lakukan, karena itu bagian dari perintah agama dan tree darma perguruan tinggi. Sekali lagi harapan stakeholders itu adalah tugas kami sendiri, santri, pengurus NU, dan kiyai kampung.

Kita tahu NU dan MD memiliki ideologi yang sama mengenai NKRI, para stakeholder tak perlu khawatir apalagi ragu akan tupoksi penyuluh dalam menjaga negara karena mencintai negara kesatuan (daarusshulhah atau daarul muwahadah) adalah perintah agama. bagi kami NKRI harga mati, sudah final tak perlu dirubah sesuai hasil Muktamar NU ke-27 tahun 1984 di Situbondo. Maka tugas kita hari ini adalah menjaga negara kesatuan, mengembangkan dan melestarikannya menjadi baldatun thoyyibatun warobbun ghafur.

Saat isu khilafah viral mencuat kepermukaan terutama menjelang pesta demokrasi pilpres tahun 2019 yang dipelopori FPI dan HTI beberapa tahun silam tepatnya tahun 2016 hampir semua laman media sosial berisi hoak, kami tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada kondisi genting negara saat itu jika penyuluh tidak membantu melakukan peran fungsinya dengan baik, bergerak mengedukasi masyarakat menyampaikan hasil bahstul masail tentang haramnya menyebar berita hoak, pentingnya menjaga NKRI, tidak produktifnya konsep khilafah dan lain sebagainya, sumbangsih perolehan suara pemilu dari penyuluh pun tak diragukan, kerukunan antar umat beragama dapat terawat dengan baik, maka hari ini pula kami sampaikan kepada yang memandang kami sebelah mata JASMERAH jangan lupakan sejarah.

Kami warga nahdhiyin sadar bahwa kebaikan tidak akan langsung nampak kepermukaan layaknya glowing, beda dengan kejelekan kaum sparatis, meskipun kejelekan itu sedikit nampak terasa jelas perbedaannya. Kami juga sadar bahwa membangun ideologi butuh waktu yang tidak sedikit, tetapi sekali lagi harapan ideal dan capaian progres itu sedang dan akan terus penyuluh lakukan.

Jangan ragukan kami para stakeholder NKRI,,,!! kami akan selalu melakukan yang terbaik untuk negeri kami, mencintai negara kesatuan dan taat terhadap ulil amri adalah perintah agama. demikian kami diajarkan di dunia pesantren.

Catatan ini dibuat bukan karena kami tidak menerima kritik konstruktif hanya saja ketika peran penyuluh dilihat sebelah mata, nampak terasa seakan ini tak elok dipandang, kami juga punya hak menyampaikan apa yang telah kami lakukan, semoga target ideal capaian progres dapat kita wujudkan.

Salam hormat untuk negeriku, dari santri penyuluh, pengurus NU penyuluh dan Kiyai kampung penyuluh semoga kita selalu dalam rahmat-Nya Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *