KH.Imdad Rabbani Zuhri, Hadiri Halal Bil Halal, Pengurus Pembantu PP Nurul Jadid ( P4 NJ ) Paiton Probolinggo- Sumenep

KH.Imdad Rabbani Zuhri, Hadiri Halal Bil Halal, Pengurus Pembantu PP Nurul Jadid ( P4 NJ ) Paiton Probolinggo- Sumenep
Foto halal bihalal Pengurus P4NJ bersama Pengasuh dan Kh.Ramdan Siraj ( 30/04/2023)

SUMENEP,  Ketua Pengurus Pembantu Pindok Pesantren Nurul Jadid ( P4NJ ) Paiton Probolinggo -Sumenep,  Kholili. M.Pd, menyampaikan bahwa acara Halal bil halal ini  telah diawali dengan santunan yatim dan sunatan masal. Dan hari ini ( 30/04/2023 ) acara puncaknya bertempat di Aula STKIP Sumenep.

Sedianya acara ini dihadiri oleh Pengasuh KH..Zuhri Zaini, namun karena beliau diwaktu bersamaan menerima kunjungan PBNU di Pondok, maka beliau mengutus Putranya DR.KH.IMDAD RABBANI ZUHRI, dengan demikian tentu bagi kami merupakan kehormatan, beliau bisa hadir di tengah-tengah kita dan pastinya tetap kita nyambung kepada Pengasuh/guru.

DR. KH. Imdad Rabbani Zuhri, dalam tauziyahnya menyampaikan, Makin lengkap fasilitas yg dimiliki santri makin banyak ujian, sehingga pesantren harusnya lebih banyak mnyediakan referensi kitab-kitab. mengikuti perkembangan.

Ra.Amak, panggilan beliau di Pesantren, Lebih jauh  menyinggung tentang  kebangsaan, demi persatuan bangsa ini, para perumus muslim dalam pancasila rela dihilangkanlah kalimat dengan menjalankan syariat islam. Ini menandakan bahwa nilai persatuan harus diutamakan.

Kepala Biro Pendidikan PP Nurul Jadid ini, juga meneruskan bahwa demikian,  Pancasila itu sebenarnnya pada sila pertama adalah tetap mengandung makna tauhid, yang oleh pendiri negara ini dulu diperjuang bersam.

Adil menurut beliau, mnempatkan sesuatu pada tempatnya baik dunia maupun ukhrawi serta intelektual.

Sopan santun bagian dari adab.

Kh.Ramdan Siraj, selaku Penasihat P4NJ Sumenep, dalam cuplikan sambutannya menyebutkan : pondok pesantren Nurul Jadid  adalah NU, jadi jika kita mau nyambung ke guru-gutu dan berkah ilmunya jangan keluar dari NU.

Dulu saya jadi Bupati dalam umur 43an tahun, tidak pernah terbayang sama sekali dalam fikiran saya, tapi karena insyaAllah berkah dari guru, tampa  modalpun jadi Bupati fua priode . Ini saya yakin bahwa barokahlah yang menghantarkan.

Diahir sebelum beliau berdoa, menyampaikan, apa yang sata sampaikan ini adalah sebuah hasanah, pengingat, sekaligus penyemangat dari seneor kepada para yuneor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *