Media KWKNEWS.CO.ID Lahir Dalam Perjalanan Lima Tahun Ormas KWK Berdiri,

H. Safiudin S.H, M.H (Ketua KWK)
H. Safiudin S.H, M.H (Ketua KWK)

Sumenep, kwknews.co.id – Komunitas Warga Kepulauan disingkat KWK pada didirikan 17 September 2019 dengan nama awal KWKK kependekan dari Komunitas Warga Kepulauan Kangean, dengan pemahaman awal hanya memfokuskan perhatian pada kepulauan Kangean, yang meliputi Kecamatan Arjasa, Kangayan dan Sapeken Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Setelah 6 bulan berjalan, ada begitu banyak persoalan dikepulauan, khususnya persoalan tataniaga migas, yakni keberadaan APMS, maka banyak permintahan untuk bergabung dari kepulauan lain, maka berubahlah menjadi KWK (Komunitas Warga Kepulauan). (4/9/2019

KWK lahir atas kesepakan para anggota grup yang tersebar di berbagai daerah termasuk juga di Malaysia, yang diawali dengan keprihatinan terhadap pelayanan publik di Kepulauan, diantaranya terkait BBM, PLN dan Kapal. Kemudian bergeser kepada Infrastruktur fisik maupun SDM.

Grub KWK ini secara khusus membuat divisi kerja yang beranggotakan pengurus KWK yang khususnya membahas dan mencari solusi suatu persoalan yang muncul di grup besar KWK terutama persoalan- persoalan krusial yang mendapat atensi Publik maka dibentuklah Berupa Team khusus tentang itu.

“Ketua KWK H. Safiuddin. SH, mengatakan bahwa berdirinya KWK adalah untuk merajut kebersamaan diantara pengurus KWK dan ormas – ormas lain serta LSM di Kepulauan Kangean, dalam perjalannya LSM dan ormas tersebut yang komitmen untuk Kemajuan Kepulauan menyatu bersama KWK, bahkan makin banyaknya Aktifis pegiat antikorupsi dan wartawan berbagai media, organ kemahasiswaan & ikatan alumni dan lain sebagainnya, sudah membuat pengalaman yang terberat KWK yang dialami kami sebagai ketua yang mendapat ancaman bahkan nyaris terjadi percobaan penganiayaan oleh pihak yang merasa terganggu kepentingannya,” ungkap Safiuddin.

“Kelancaran pendistribusian BBM untuk mencapai HET yang merata sudah maksimal dilakukan, hingga menurunkan pihak BPH MIGAS ke Kangean, Sepudi dan Raas. Namun disadari bahwa harapan publik tidak bisa maksimal kita wujudkan karena beberapa Faktor yaitu
1. Kekuatan makelar/ cukong BBM.
2. Forkopimka kurang intens mengawasi regulasi tata niaga migasnya,terutama tentang kesepakatan pengecer dan APMS.
3. APMS tidak mempunyai i’tikad baik dalam upaya perbaikan bersama.

“Namun demikian ada APMS dikenai sanksi selama 4 bulan, KWK mengalami delimatis jika semua APMS dikenai disanksi, maka akan ada kelangkahan BBM di Kepulauan,” imbuhnya.

Lanjutnya, sebagai langkah antisipasi,KWK mendorong VIVO (operatur lain) yang sempat operasi sekitar 3 bulan di Kangean, hal itu sebenarnya terobosan agar tidak terjadi kelangkahan BBM namun pada ahirnya VIVO jenis Oktan 89( premium) mengalami kenaikan, sehingga tidak bisa bersaing dengan Premium Pertamima yang ahirnya ditutup.

Silaturrahmi Pengurus KWK dengan Kapolres Sumenep AKBP Muslimin
Silaturrahmi Pengurus KWK dengan Kapolres Sumenep AKBP Muslimin

Baca Juga: Kapolsek Kangean Tegas Dalam Melindungi Rakyat Kangeanhttp://kapolsek

Awalnya pelayanan PLN 24 jam, terjadi pro dan kontra di masyarakat, tapi setelah KWK bertemu dengan Dirut PLN Jakarta ,Kepala Divisi PLN jawa bali, DIVISI Madura di Jakarta yang difasilitasi oleh Zaini Rahman dan F.PKB Komisi 7 DPRRI dengan jaminan dalam kesepakatan pada HEARING itulah,KWK mengadakan Sosialisasi kepada masyarakat untuk menerima Migrasi Kmh Digital sebagai prasyarat PLN nyala 24 jam.

“Bahwa di internal KWK sendiri, ada pihak – pihak yang getol menolak migrasi KWH/ Kmh tersebut, tapi mereka akhirnya tidak ada pilihan,” jelasnya

Sedangkan yang terberat ada tiga tokoh dan satu anggota DPRD yang tidak mau migrasi, ahirnya pak Camat Telfon Ketua KWK, Pak Rudi dan Pak PUGU dari PLN pamekasan, akhirnya ketua melakukan pendekatan,maka beliau akhirnya itupun bersedia dan 7 hari kemudian PLN 24 jam dikepulauan menyala sampai hari ini.

“Pelayanan Kapal sumekar menjadi lebih baik setelah KWK RDP dengan DPRD Kabupaten Sumenep akhir September 2017, Dirut dan Kapten serta Managemen hadir dan di ekspos di Media, sehingga ahirnya muncul kometmen mendorong putra kepulauan duduk sebagai pimpinan di PT SUMEKAR LINE dan Keinginan ini sudah tercapai,” lanjutnya

Baca Juga: RMK Kangean Hadir untuk Masyarakat Kepulauan dengan Motto Siap Melayani, Siap Peduli

Sejak adanya orang kangean jadi petinggi di PT SUMEKAR satu sisi menguntungkan karena mudahnya berkomunikasi akan tetapi disisi lain, menjadi persoalan adanya rasa tidak enak karena ada alasan tetangga, famili, sehingga ada sebagian para aktifis yang dulunya kayak macan mulai tidak bergigi lagi, jika muncul urusan Sumekar, inilah fakta dan ujian sejauh mana integritas dan kepekaan terhadap kepentingan masyatakat.

“Ada yang tidak memahami bahwa jabatan itu tidak selamanya dan pada waktunya pasti berakhir,” paparnya.

KWK muncul menjadi perbincangan di tengah – tengah masyarakat hingga mahasiswa di kampus hingga setidaknya ada dua mahasiswa berkomuniksi mengambil sampel untuk sebuah skripsi tapi yang sudah selesai baru 1 orang di PTN Surabaya.

Dalam perjalanannya Devisi-Devisi dalam mengadvokasi berbagai persoalan kadang ada kendala pengawalan oleh media,dimana media yang awalnya mengawal,kadang ditengah perjalanan mundur atau menelikung,hal inilah yang menjadi pemikiran pengurus KWK,untuk mempunya media sendiri,maka di Januari 2022,lahirlah Media online KWKNEWS.co.id,media ini diharapkaan berperan mengawal kerja-kerja devisi KWK dalam mengadvokasi suatu persoalan,bahkan KWK jika suatu kasus hingga litigasi,sudah kerjasama dengan Lembaga Penelisian,Mediasi,Advokasi dan Bantuan Hukum Banhum Merdeka( LPMA BANHUM Merdeka )dengan 7 advokat .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *