Program Langit Biru Ternyata Hanya 2 Bulan, Ini Pernyataan Ketua HISWANA Madura

SUMENEP, kwknews.co.id – Sebagaimana kita ketahui, Bupati Sumenep melalui Sekda menyampaikan, untuk mengatasi kelangkaan BBM dikepulauan sudah berkoordinasi dengan Pertamina, per 1/10/2021 sudah jalan program langit biru sekaligus menghentikan BBM penugasan.

Fakta di lapangan di Pulau Sepudi Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep, kelangkaan BBM terus terjadi, bahkan menurut Salam aktifis kepulauan Harga pertalite 24 ribu/ 3 liter, ini berarti harga persatuan liter 8 ribu lebih, ini jelas tidak sesuai dengan program yang disampaikan bupati melalui Sekda, tentang Program Langit Biru hadirkan solusi kelangkasn bbm di kepulauan. Harusnya harga pertalite sama dengan harga premium sebelumnya yaitu Rp.6.500/ Liter.

Aktifis Kepulauan ini juga, menscreenshot keluhan masyarakat kepulauan tentang BBM di Gayam yang ada di media sosial Facebook.

Crensort FB Salam
Crensort FB Salam

Lebih lanjut, dikatakan konsumen langsung dibatasi beli 3 liter untuk sepeda motor dan untuk mobil 50 liter. pungkasnya.

pastinya secara hukum saya kurang paham bang, yang terjadi 3 liter harga 24.000 jadi perliter 8000ribu itu sudah tak sesuai dengan harga nasional apalagi program langit biru kab. Sumenep. Kedua pembatasan pembelian sepeda motor 2 liter mobil 50 ribu, kita berharap ya dibebaskan, Ketiga jam buka hanya dari jam 7 pagi sampek jam 12 siang

Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen dan Kebijakan Publik, H.Safiudin, SH.MH. mengungkapkan,

Jika program benar  ini dari Bupati,  ini bertujuan mulya dan harus kita dukung, tapi yang terpenting sebenarnya membentuk Satgas Normalisasi BBM di Kepulauan, sekaligus bertugas sosialisasi, edukasi pada masyarakat ini penting, agar masyarakat tidak menimbun BBM, APMS yang ada juga diajak komunikasi agar taat pada regulasi yang dogariskan. Artinya Regulator aktif mengawasi dan Operator ( APMS) taat pada aturan.

Hingga berita ini terbit, kwknews.co.id  menghubungi pak Edy (SEKDA) melalui telpon tidak diangkat, dihubungi via Whatshap tidak merespon.

Terkait Kisruh BBM,Ketua Asosiasi Migas Madura, Arta Syah, berkomentar :

Program Langit Biru itu adalah program pertamina dalam rangka sosialisasi penghapusan Bbm jenis Premium ke Pertalet, kurang lebih hanya berjalan 2 bulan.setelah itu kembali pada harga nasional yaitu 7.650/ Liter.

Ditanya jika ada APMS menjual lebih dari harga yang ditetapkan, pak Arta menyatakan wah jika di Dispenser  itu tidak mungkin, karena itu pelanggaran yang telah diketahui bersama. Tentang jumlah kuota BBM di kepulauan, Pertalet itu tidak asa batasan, karena bukan subsidi tergantung kafasitas SPMS dan kemampuan menebus dari operator.

H.Hosni, pengusaha muda, sekaligus sebagai Ketua Asosiasi SPBU/ APMS Kepulauan, ditanya terkait harga BBM dikepulauan, ia menjawab, bahwa dirinya belum faham tentang program langit biru tersebut implikasinya dengan harga BBM dikepulauan. H.Hosni berjanji akan memberikan klarifikasi setelah ini.

Sebagaimana diberitakan oleh media infopublik tanggal 7/10/2021 Sumenep, InfoPublik  – Dalam rangka memberikan solusi atas permasalahan stock dan harga distribusi BBM di Pulau Sapudi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, menghadirkan program langit biru.

Diketahui, program tersebut secara nasional menghapus produk jenis BBM khusus penugasan atau Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) (premium), baik di daratan maupun kepulauan Sumenep. Bupati hadir untuk memberikan solusi atas permasalahan di kepulauan.

“Hari ini kita gelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk menindaklanjuti aduan Pergerakan Pemuda Peduli Sapudi,” kata Sekda Kabupaten Sumenep Ir. Edy Rasiyadi, M.Si, Rabu (6/10/2021).

Dari hasil koordinasi dengan sejumlah pihak, diketahui penyebab terjadinya kenaikan harga BBM di Pulau Sapudi, diduga karena pihak Agen Premium Minyak Solar (APMS) lebih mengutamakan untuk melayani agen atau pengecer jerigen, bukan kepada konsumen langsung.

“Karena kondisinya begitu, maka masyarakat saat hendak membeli BBM mendapatkan harga yang lebih mahal, karena sudah dijual ke agen,” imbuh Edy.

Namun, sebagai solusi, Pemkab Sumenep telah meminta kepada PT Pertamina (Persero) selaku penyedia BBM untuk hadir mencukupi kebutuhan BBM masyarakat kepulauan.

Alhamdulillah, per 1 Oktober 2021, Pertamina memberikan program langit biru,” terang mantan Kepala Dinas PU Bina Marga ini.

Bahkan, khusus di Kepulauan Sumenep, BBM jenis Pertalite diberikan harga khusus, seharga BBM jenis Premium.

Untuk masyarakat pulau kita kasih Pertalite seharga Premium, jadi lebih murah, tujuannya agar bisa mengendalikan harga BBM di kepulauan,” tegasnya. ( Miko/Fer/toeb )

Respon (1)

  1. Bukan cuma 8 ribu pertalite… Pertalite di kepulauan sepudi 10 rb sedangkan premium 13 ribu dan pertamax 12 ribu per liter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *