Berita  

Rokok Ilegal Merugikan Negara, LBH PMII Surabaya: Mari Kawal Bersama

Illegal Cigarettes are Harming the State, LBH PMII Surabaya: Let's Guard Together

LBH PMII

Surabaya, Kwknews.id – Berdasarkan laporan tahun 2022 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan,  jumlah rokok ilegal yang ditindak sebanyak 574,37 juta batang sepanjang tahun lalu. Jumlah itu meningkat 17,25% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebanyak 489,85 juta batang.

Menurut survei Indodata sebanyak 28,12 persen perokok di Indonesia pernah atau sedang mengkonsumsi rokok ilegal. Jika angka tersebut dikonversikan dengan pendapatan negara, maka potensi pajak yang hilang bisa mencapai  Rp53,18 triliun.

Baca juga: Nur Jannah Berbagi Legitnya Melon Kangean

Ilham Fariduz Zaman, S.H., M.H. selaku Direktur LBH PMII Surabaya turut prihatin dengan rendahnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjual dan/atau mengkonsumsi rokok legal, “Masyarakat, baik yang menjual maupun mengkonsumsi perlu ditingkatkan kesadaran tentang pentingnya menjual atau mengkonsumsi rokok legal,” tegasnya.

“Secara hukum penjual dapat dipidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai,” Imbuh Ilham.

Berdasarkan ketentuan UU Tentang Cukai Pasal 54 berbunyi:

“Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.”

Baca juga: Hari Ini, Direktur Lembaga Bantuan Hukum PMII Surabaya Periode 2023-2024 Dilantik

Diatur pula dalam Pasal 56 berbunyi:

“Setiap orang yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana berdasarkan undang-undang ini dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.”

“Peredaran rokok ilegal tidak hanya berdampak secara hukum, akan tetapi juga secara ekonomi. Hematnya, bukan hanya melanggar hukum tetapi sekaligus merugikan negara. Perlu dikawal secara serius oleh LBH PMII Surabaya.” Pungkas Ilham.

Baca juga: Merugikan Negara Mafia IMEI Ilegal Tertangkap

Aparat Penegak Hukum (APH), mulai dari Satpol PP, Kepolisian, dan Bea Cukai perlu bersama-sama dengan masyarakat dan organisasi-organisasi seperti LBH PMII Surabaya untuk memberantas peredaran rokok ilegal.(Hsm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *