Selayang Pandang Perjalanan SMPN 3 Sumenep dari Masa Kemasa

Foto bersama dengan Guru SMPN 3
Foto bersama dengan Guru SMPN 3

Sumenep, Kwknews.co.id – Diawal tahun 80 an, SMPN 3 Sumenep disebut dengan istilah sekolah st, karena menempati gedung st. Pada tahun 82 hingga 83 an baru pindah ke daerah Payudan Timur. SMPN 3 Sumenep saat itu bukan apa-apa, bahkan distigma sebagai sekolah sampah.

Dalam perjalanannya, ternyata SMPN 3 Sumenep banyak menyimpan mutiara-mutiara berharga, dikatakan demikian, pasalnya alumni SMPN 3 Sumenep ternyata banyak yang berkarir dibidangnya masing-masing dengan kesuksesan.

Diantaranya sebagai Perwira, Bintara Polisi, Perwira Bintara TNI, PNS diberbagai lembaga ada di Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, BNN , Dosen, Guru dan di pemerintahan lainnya yang tidak bisa disebut satu persatu. Intinya taman tempat menimbah ilmu yakni SMPN 3 Sumenep luar biasa penuh berkah.

Danramil Banyuates, Sampang Supriyadi, disela makan siang bersama sekjend IKAGA H. Safiudin, S.H., M.H. menuturkan saya alumni SMPN 3 Sumenep tahun 1990, saya tidak ada bayangan menjadi abdi negara di TNI, tapi inilah kenyataannya, ilmu yang didapat saat di SMPN 3 Sumenep sangat luar biasa dan berkah.

Ikatan Alumni SMPN 3 ( IKAGA) Sumenep, merupakan perkumpulan lintas alumni setiap angkatan SMPN 3 Sumenep sejak tahun 1980. Lahir dan dideklarasikan pada 29 Februari 2019 bertepatan dengan Dies Natalis SMPN 3 Sumenep ke-40.

Ikatan Alumni yang mewadahi semua angkatan, ujar H. Safiudin, S.H., M.H (sekretaris jenderal IKAGA) merupakan satu-satunya yang ada di Sumenep. Yang ada biasanya adalah perkumpulan alumni tiap angkatan, sedangkan IKAGA adalah gabungan dari angkatan-angakatan tersebut.

IKAGA menjadi bagian dari civitas keluarga besar SMPN 3 Sumenep, yg selalu bersinergi bersama, dan sejak adanya IKAGA peningkatan prestasi SMPN 3 Sumenep terus melonjak, terbukti dari 2019 selalu ikut dan memperoleh juara dalam olimpiade berbagai bidang akademik seperti, IPA, Matematika, IPS, Bahasa Inggris dan non akademik seperti Karate dan Bulutangkis.

Kepercayaan masyarakat juga mulai meningkat, terbukti penerimaan siswa baru tahun 2021 mencapai 104 siswa.
Sekarang ini SMPN 3 Sumenep sudah memiliki asrama siswa dan telah dihuni puluhan siswa, dalam hal ini siswa mendapat program yang diistilahkan smart school dan boarding school. Siswa yang tinggal di asrama mendapat bimbingan akademik, non akademik dan keagamaan termasuk tahfidzul qur’an.

SMPN 3 Sumenep yang dulu dianggap sampah, maka saat ini stigma itu terhapuskan oleh berbagai prestasi yang dicapai oleh siswanya. Tentu ini hasil kerja keras semua pendidik yang dikomandani oleh Bapak Syaiful Rizal Alinata selaku Kepala Sekolah.

Lebih jauh, menurut Kepala Sekolah SMPN 3 Sumenep ketika dimintai tanggapannya, beliau menyampaikan bahwa keberadaan IKAGA sangat membantu dalam upaya mengembangkan SMPN 3 Sumenep menjadi satuan pendidikan yang lebih baik.

Baca Juga: Khotmil Qur’an IKAGA di Karang Butdhi Bersama Sekretaris jendral

Baca Juga: http://SMPN #

Beliau berharap IKAGA semakin besar dan semakin kompak serta dapat berkiprah dalam pembangunan pendidikan di Kabupaten Sumenep khususnya di SMPN 3 Sumenep.

Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada semua pengurus IKAGA atas kepeduliannya terhadap sekolah yang dipimpinnya.

Sementata Ketua IKAGA Imam, S.H. menyatakan bahwa saya sebagai ketua periode pergantian yg pertama, saya alumni angkatan 93 sedangkan bapak Sekjend alumni 84. Lebih jauh tutur Ketua perkumpulan Silat Teratai Putih ini menyatakan “alumni SMPN 3 Sumenep ternyata banyak menjadi pejabat, baik di kepolisian seperti bapak Alfian perwira di kepolisian, bapak Bambang BNN , bapak Nur Insan Dinas Kesehatan dan ada di Pengafilan baik Pengadilan Negeri ataupun Pengadilan Agama,  dan lain sebagainya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa SMPN 3 Sumenep sejak dulu sudah tepat basic keilmuannya, hanya stigma sekolah sampah yang melekat, Tapi ternyata tidak menyurutkan para siswa untuk bekerja dan berdoa. (iam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *